JUMAT, 09 JULI 2010 | 19:23 WITA | 4363 Hits
Share |

Bupati Diminta Evaluasi Kinerja RSUD
BULUKUMBA -- Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Husbiannas Alsi meminta Bupati Bulukumba AM Sukri A Sappewali segera melakukan evaluasi terhadap manajemen RSUD Sulthan Daeng Radja. Usulan ini adalah buntut banyaknya keluhan masyarakat terhadap kinerja rumah sakit rujukan tersebut.

Husbiannas Alsi menegaskan, informasi yang diterima dari masyarakat, pasien yang datang ke rumah sakit tersebut lambat dilayani. Bahkan ada laporan Kamis pekan lalu bahwa seorang warga meninggal lantaran pihak rumah sakit lamban memberikan pertolongan terhadap pasien.

Pasien korban lalu lintas asal Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Bulukumba, Lyta Syahrita, 19 tahun itu dikabarkan meninggal lantaran tidak mendapat perawatan maksimal di rumah sakit itu.

Informasi terakhir, kata Husbiannas, ada lagi seorang warga dari Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bontobahari ditolak oleh pihak rumah sakit dengan alasan tidak ada dokter. Pasien bernama Jus yang menderita penyakit dalam itu terpaksa pulang ke rumahnya tanpa penanganan.

"Ini yang kami sesalkan. Bagaimana mungkin rumah sakit sebesar ini tidak ada dokter yang bisa memberikan pelayanan," ujarnya.

Menurutnya, rumah sakit milik pemerintah itu mestinya memberikan pelayanan maksimal kepada pasien sebagai sarana sosial. Direktur Rumah Sakit Sultan Dg Raja, dr Diahmarni Gandhis diminta bekerja lebih pofesional.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Tata Usaha RSUD Sulthan Daeng Radja, H Saharuddin mengatakan, pihaknya telah berupaya maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, sorotan terhadap kinerja rumah sakit adalah hal yang wajar karena tingkat kepuasan pasien memang berbeda-beda.

Pihaknya juga siap dievaluasi agar persoalan di rumah sakit menjadi jelas serta pelayanan bisa lebih maksimal. Terkait adanya pasien penyakit dalam yang ditolak, Saharuddin mengatakan, hal tersebut wajar karena rumah sakit ini tidak memiliki dokter ahli penyakit dalam. Yang jelas, kata dia, selalu ada dokter umum yang berjaga baik di UGD maupun di ruang perawatan.

"Wajar kalau pasien penyakit dalam tidak bisa dilayani karena di dokter ahli penyakit dalam sudah pensiun. Kami tidak masalah kalau memang harus dievaluasi," ujarnya. (syr)

KOMENTAR BERITA "Bupati Diminta Evaluasi Kinerja RSUD"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).