RABU, 07 APRIL 2010 | 18:34 WITA | 5663 Hits
Share |

Puluhan Dokter Mogok, Ratusan Pasien Terlantar
Terkait Jasa Pelayanan Dokter yang Belum Dibayar
BONTOSUNGGU -- Sekira 20 orang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang, Jeneponto, melakukan aksi mogok pelayanan medis, Selasa 6 April. Akibatnya, ratusan pasien dan calon pasien yang akan berobat terlantar dan tidak mendapatkan pelayanan kesehatan. Aksi mogok para dokter ini dimulai pukul 14.00 wita, kemarin.

Ratusan pasien yang sedang mendapatkan perawatan dan rawat jalan serta calon pasien yang akan memeriksakan kesehatannya di semua poliklinik terpaksa pulang karena tidak terlayani petugas kesehatan.

Pantauan Fajar di RSUD Lanto Daeng Pasewang, Jeneponto. ratusan pasien yang terdapat di ruang Lontara I,II dan III mengeluh setelah mendapatkan informasi dari dokter bahwa hari itu para dokter akan mogok.

Bahkan sebagian keluarga pasien mulai bergegas mempersiapkan segala kebutuhannya untuk pindah ke rumah sakit yang ada di Bantaeng dan Makassar.

Sementara pasien yang baru masuk ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD), dan mereka yang sedang menjalani perawatan di ruang itu, terpaksa meninggalkan UGD dan dirujuk ke Makassar. Seorang keluarga pasien, Baharuddin tampak bingung, saat ditemui Fajar kemarin.

"Saya tidak tau mau dibawa kemana keluargaku yang sakit karena saya sendiri tidak punya uang untuk ke rumah sakit di Makassar," ujarnya.

Aksi mogok para dokter ini, lantaran belum dibayarkannya jasa dokter pada program Jamkesda di RSU Lanto Daeng Pasewang, Jeneponto.

Sejumlah dokter spesialis dan dokter umum yang PNS tidak mau lagi melakukan aktivitas sebelum dibayarkan jasa pelayanan mereka selama delapan bulan terhitung Mei hingga Desember 2009 lalu. Jasa pelayanan medis yang diberikan, belum dibayarkan Pemkab Jeneponto.

Jumlah yang belum dibayarkan itu mencapai Rp 966 juta terhitung selama delapan bulan. Anggarannya merupakan pembayaran jasa mulai dari Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) hingga pelayanan gratis di instalasi rawat darurat (IRD).

Informasi yang berkembang di rumah sakit, aksi mogok akan berlangsung sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Para dokter kabarnya baru akan melakukan aktivitas rutin, bila tuntutan mereka terpenuhi yakni dibayarkannya jasa dokter seratus persen.

Disesalkan

Sementara Direktur Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang, Jeneponto Saharuddin SKM.MM sangat menyesalkan sikap para dokter yang melakukan aksi mogok dan melantarkan pasien. Menurutnya, setelah bertemu dengan bupati, pembayaran jasa pelayanan dokter sebesar Rp 966 juta akan segera dibayarkan Rabu 7 April hari ini.

"Namun pembayaran jasa pelayanan dokter hanya dibayarkan 50 persen dari jumlah Rp 966 juta yang tertunda tahun lalu.

Sementara kekurangannya akan dibayarkan setelah APBD 2010 selesai diverifikasi oleh Gubernur Sulsel karena ada kesalahan dalam APBD. Jadi sambil menunggu selesainya verifikasi, kita bayarkan dulu 50 persen.

Pembayaran 50 persen khusus untuk jasa dokter, sedangkan jasa para perawat medis belum dibayarkan, tapi tetap dibayarkan menunggu selesai verifikasi APBD 2010 di kantor Gubernur, " ujar Saharuddin pada Fajar.

Pasien Diminta Kembali

Pasien Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang yang telah meninggalkan rumah sakit juga diminta segera kembali guna mendapatkan perawatan. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lanto Daeng Pasewang Saharuddin SKM.MM berharap pada pasien yang telah dirujuk ke Rumah sakit Makassar, untuk kembali di Rumah Sakit Jeneponto.

Dia juga meminta pada dokter yang melakukan mogok agar kembali melakukan aktivitasnya melayani para pasien yang membutuhkan perawatan. "Kasihan pasien yang telah pergi meninggalkan rumah sakit, yang masih butuh perawatan insentif karena ulah dokter yang mogok," tukasnya. (lom)

KOMENTAR BERITA "Puluhan Dokter Mogok, Ratusan Pasien Terlantar"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).