JUMAT, 22 OKTOBER 2010 | 16:15 WITA | 4992 Hits
Share |

Sampah Tutup Jalan KH Wahid Hasyim
Disperindag-PU Saling Tunjuk

EKA NUGRAHA/FAJAR SALING TUDING. Sampah di depan Pasar Sentral Sungguminasa sudah menganggu arus lalu lintas. Gambar direkam, Kamis, 21 Oktober.
SUNGGUMINASA -- Persoalan sampah di Gowa tidak pernah ada habisnya. Buktinya, tumpukan sampah kembali membumbung di depan Pasar Sentral Sungguminasa. Saking banyaknya, sampah bahkan sudah menutup satu jalur Jalan KH Wahid Hasyim. Bau tidak sedap juga sudah mulai mengganggu.

Informasi yang dihimpun FAJAR, sampah sudah menutup ruas jalan sejak sepekan lalu. Arus kendaraan terpaksa di alihkan ke jalur sebelah jalan tersebut. Akibatnya, terjadi penumpukan volume kendaraan. Tak jarang, jalan yang berada tepat di depan Pasar Sentral Sungguminasa tersebut macet total akibat volume kendaraan yang bertambah.

“Sudah lama sampahnya tidak diangkut. Jalan di sini, terpaksa macet, karena pete-pete beralih ke jalur sebelah,” terang salah seorang warga Muhammad Arysad, Kamis, 21 Oktober.

Arsyad mengatakan, tumpukan sampah tersebut adalah sampah pasar yang tidak terangkut sebulan terakhir. Padahal, lanjutnya, pemilik kios dan lapak yang berada di lokasi pasar tersebut sudah membayar retribusi kebersihan. Pembayaran dilakukan bersamaan dengan tagihan listrik.

“Kami membayar tiap bulan, tapi tidak pernah diangkut. Bau sampahnya juga sudah mengganggu aktivitas pasar dan warga sekitar,” kata Arysad.

Akibat tumpukan sampah itu, beberapa pemilik kios di pasar mengancam akan berunjuk rasa. JIka sampai terus dibiarkan tidak terangkut, mereka akan menutup jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gowa Amin Yakub yang dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis, 21 Oktober mengatakan, sampah tersebut tidak diangkut lantaran retribusi angkutan sampah tidak pernah dibayar. Retribusi tersebut, kata dia, dikelola melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gowa.
Selama ini, terang Amin Yacob, tidak sekalipun ada pembayaran retribusi sampah dari Pasar Sentral Sungguminasa. Padahal, produksi sampahnya cukup besar.

Malah, ia sudah memberikan toleransi, tetapi sampai sekarang tidak ada penyelesaian. Akibatnya, petugas kebersihan terpaksa menarik kontainer dan mogok mengangkut sampah di pasar tersebut.

“Sampai sekarang retribusinya belum diselesaikan. Kasihan anggota saya yang bekerja tapi tidak ada retribusinya,” jelas Amin.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gowa Abdul Kahar Atjo melalui staf prasarana perdagangan, Rajul Islam Al Mubarak mengatakan, masalahnya sebenarnya hanya sosialisasi. Menurut dia, sampai saat ini belum ada sosialisasi kepada pemilik kios tentang retribusi pengangkutan sampah menuju tempat pembuangan akhir. Yang ada hanya retribusi pengangkutan sampah dari dalam pasar ke kontainer yang di depan pasar.

“Pemilik kios sekarang hanya membayar Rp600 per bulan untuk pengangkutan sampah ke kontainernya. Dari kontainer ke TPA itu belum ada retribusinya,” jelas Rajul.

Dia menambahkan, masalah sosialisasi pengangkutan sampah itu bukan tanggung jawab Disperindag. Akan tetapi, tanggung jawab dinas pekerjaan umum. “Bisa ji kita bantu, tapi kan itu bukan tupoksi kami lagi,” jelas Rajul.

Rajul menambahkan, dalam pasar tersebut terdapat sekira 400 kios yang masih aktif. Sesuai aturan, setiap kios dan lapak harus membayar retribusi sampah senilai Rp5.000 per bulan.

Hal sama dikatakan Kepala Disperindag Kahar Atjo. Menurut dia, masalah itu sebenarnya sudah pernah dibahas di dewan. Intinya, itu tanggung jawab Dinas PU Gowa. “Kalau masalah sampah itu tanggung jawab dinas PU,” jelas Kahar via telepon selularnya kemarin. (eka)


KOMENTAR BERITA "Sampah Tutup Jalan KH Wahid Hasyim "


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).