SENIN, 27 SEPTEMBER 2010 | 11:15 WITA | 27469 Hits
Share |

Pinrang KLB Flu Burung

NASRI ABOE/FAJAR SEMPROT. Petugas menyemprotkan obat ke ayam yang diduga terserang flu burung di Dusun Paladang Kecamatan Lanrisang, Pinrang, Sabtu lalu.
PINRANG -- Penemuan ribuan ayam mati mendadak, kini Kabupaten Pinrang masuk status kejadian luar biasa (KLB) virus avian influenza (AI) atau flu burung. Pengawasan ayam terus ditingkatkan.

Wakil Bupati (Wabup) Pinrang, HA Kaharuddin Machmud bersama pimpinan instansi terkait juga telah mengunjung lokasi penemuan ribuan ayam mati mendadak, akhir pekan lalu. Ayam milik warga juga diperiksa. Bahkan wabup bersama rombongan berhasil mencegat ribuan ayam yang diduga terserang flu burung.

Wabup juga mendatangi tempat pemotongan ayam milik salah satu perusahaan peternakan. Kini ayam milik perusahaan itu langsung diisolasi. "Kami bersama wabup telah mengisolasi ayam milik salah satu perusahaan guna menghindari penyebaran virus flu burung tersebut," ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Pinrang, drh Elvi Martina.

Ayam yang mati mendadak lanjutnya, juga terus bertambah. Misalnya di Paladang, Kecamatan Lanrisang, terdapat 625 ekor ayam dilaporkan mati mendadak. "Seandainya 2010 ini, ada kegiatan vaksin massal. Namun anggaran belum turun," tambahnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan Pinrang juga telah mulai turun tangan. Daerah yang dilaporkan ditemukan ayam mati mendadak didatangi petugas kesehatan. Tujuannya memeriksa kemungkinan, apakah virus flu burung telah menyerang warga atau belum. Namun sampai Minggu 26 September, warga yang terserang belum ada.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Pinrang, dr Rusman juga mengakui telah adanya tim pemantau dampak flu burung terhadap ayam tersebut. Pemantauan terus dilakukan. "Kita tetap waspada terhadap kemungkinan adanya warga terserang flu burung," tandasnya. (nas)









KOMENTAR BERITA "Pinrang KLB Flu Burung"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).