SABTU, 21 AGUSTUS 2010 | 19:54 WITA | 32578 Hits
Share |

Warga Miskin Sulbar 171.356 Jiwa
MAMUJU -- Penduduk Sulawesi Barat (Sulbar) di beberapa wilayah sangat padat. Namun di wilayah lain, penyebaran penduduk justru tidak merata.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan sensus penduduk (SP) Mei 2010 lalu menunjukkan dari lima kabupaten, penyebaran penduduk tidak merata. Beberapa kalangan menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar sudah perlu merapkan sistem transmigrasi lokal melalui kebijakan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans).

Sulbar tidak bisa menjadi daerah penyebaran bagi provinsi padat penduduk, sebagaimana selama ini terjadi. "Sebaiknya dilakukan transmigrasi lokal dalam mengantisipasi tingkat kepadatan penduduk yang bervariasi. Ini juga bisa mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi Sulbar ke depan," usul Kepala Dinas (Kadis) Pendapatan Daerah (Penda) Sulbar, Mujirin M Yamin dalam presentasi BPS, Kamis 19 Agustus.

Sebelumnya, Kepala BPS Sulbar, Nursam Salam di hadapan gubernur, wakil gubernur, sekretaris provinsi (sekprov), dan seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) se-Sulbar mempresentasekan tingginya kepadatan di Polman dibanding tiga kabupaten lain.

Apalagi data terbaru dari SP 2010 menunjukkan penduduk Sulbar meningkat menjadi 1.158.336 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 2,67 persen.

Laju pertumbuhan itu tertinggi terjadi di Mamuju Utara (Matra) dan terendah Polman. "Dari jumlah itu penyebaran penduduk Sulbar terpadat di Polman dengan ratio 190 orang/kilometer, sementara terendah Kabupaten Mamuju, Matra, dan Mamasa dengan rata-rata kepadatan hanya 40 jiwa/km," ujar Nursam Salam.

Dia memperbandingkan jumlah penduduk Sulbar 1971 lalu yang masih terdiri atas tiga kabupaten masing-masing Polmas, Majene dan Mamuju dan tergabung ke Sulsel sebanyak 462.152
jiwa. Selanjutnya pada 1980 naik sedikit pada angka 5.80.916 jiwa. Namun 20 tahun kemudian atau 2.000, jumlah penduduk sudah mencapai 891.618 jiwa.

Tingginya jumlah penduduk tersebut menurut dia, disebabkan banyaknya warga yang memilih hijrah ke Sulbar. Selain itu pertumbuhan ekonomi Sulbar yang memiliki wilayah dengan luas 16.990,77 kilometer persegi kini menjadi yang tertinggi secara nasional dengan angka 15,08 persen.

Terendah Papua Barat dengan laju 5,74 persen dan Papua di urutan paling buncit atau ke 33 dengan perolehan minus 14,93 persen. Sementara angka pengangguran pada Februari 2010, 4,1 persen dan kemiskinan mencapai 13,58 persen atau 171.356 jiwa dari jumlah penduduk 1.158.336.

Nursam Salam juga menyebutkan pelaksanaan SP Mei lalu, BPS Sulbar diberi penghargaan sebagai pelaksana terbaik dan tercepat dalam pelaksanaan sensus secara nasional. "Bahkan seorang petugas
statistik kita dari Kecamatan Kalumpang Mamuju diberi penghargaan sebagai Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) teladan di Jakarta," ungkapnya. (nur)

KOMENTAR BERITA "Warga Miskin Sulbar 171.356 Jiwa"


Redaksi: redaksi@fajar.co.id
Informasi pemasangan iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus@fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext.1437).